Wednesday, February 28, 2007

Jangan mendahului keputusan ALLAH.

Jikalau terlalu bersungguh,
tersalah pembawakan
kelihatannya semberonoh!

Mengaitkan mimpi ke alam realiti,
Mimpi tinggal mimpi, memang ada yang tak sudi...

Bertahan dalam penantian,
Ya, seperti biasa... hanya salju putih mempunyai jatidiri

Sebelum keputusan adalah MUKTAMAD!,
mereka menasihatkan; gunakanlah tele-HAYAT

Tuesday, February 27, 2007


powered by ODEO

HIDUP PASTI MELANGKAH

VERSE

ANDAI / TERLUKA-DITUSUK-SEMBILU PANDANGLAH / PADA KATA-KATA MENDUNG / TAK AKAN SELALU MURUNG PASTI BERLALU…

DIBALIK / SURAM-KAMAR SEPI RUPANYA / KASIH TERSEMBUNYI BIAR-DIRI-DICEMUH / GURIS-HATI-NAN LULUH / YAKIN TAK AKAN BERUBAH…

CHORUS

INGIN-KUTINTA / LANGIT BIAR MEMUTIH BASAH DI-DALAM / ZIKIR INSAN TERPILIH KILAU AGUNG-MU / PASTI DI DALAM KALBU TERUKIR-SALJU / RINDUKU…

TERASA-PIMPINANMU / SEPANJANG WAKTU BERTAKHTA DI-NURANI / KEAGUNGAN-MU / HIDUP PASTI-MELANGKAH / MENUJU RINDU / DALAM-JANJI / YANG SATU…

BRIDGE

BERSEMANGATLAH DI ATAS UJIAN/ PENUH REDHA SYUKUR DAN KETAATAN/ KIBARKAN SAYAPMU DAN TUJULAH MASA DEPANMU BIAR GEMILANG… ... (BACK TO CHORUS)
INTRO-VERSE-CHORUS-VERSE-BRIDGE-CHORUS-CHORUS-OUTRO

Prosa:Cpol
Ritma:Ahmad
-2006-

Sunday, February 25, 2007

Rakaman Untuk Dunia 6- Komen novel "Ayat-ayat Cinta"




powered by ODEO

Kami akui, kami bukanlah pembaca novel tegar, sekadar mencuba-cuba sahaja menjadi pengkritik untuk manfaat sejagat.Harap tiada yang tersinggung ya.

Oh ya lagu NISA GAMES pada akhiran rancangan ini...

Wednesday, February 21, 2007

Tuesday, February 20, 2007

Rendang Tak Berbunga - Dhuat


powered by ODEO

(Untuk mereka yang mahukan kesempurnaan, lagu ini bukan untuk anda, lagu ini hanya untuk suka-suka, membangkitkan semangat menyanyi yang lama sudah aku tinggalkan.Warm UP katakan - hasil tusukan semangat setiakawan PAIJI)

Kalau streaming tersangkut-sangkut, silalah download di http://dhuat.multiply.com/music/item/1 ya. Terima kasih.

*Lagu Asal oleh Hattan-Rendang tak berbuah.




Sunyi tenggelam
Terlantar dalam telanjang
Di pintu rindu
Hidup dan mati
Di sisiku

Sakit yang datang
Menguji kasih dan sayang
Antara merendang semalam
Mungkin takkan berbuah

Hanya meneduhkan
Namun tidak mengenyangkan
Musafir lalu nan dahaga
Di jalan panas membara

Begitulah hakikatnya oo
Di mahligai kesakitan
Yang mengundang sahabat
Saudara jauh dekat
Menghembus nafas pilu

Ibu mengertilah
Aku sengsara
Lemas berendam
Air mata

Rendang kasihmu
Dalam gelora
Jadi rebutan
Selamanya

Berikanlah pengertian
Waktu ku di hujung jalan
Berbicara bahasa Tuhan
Yang menoroh penyesalan

Manapun aku berlabuh
Pastinya untuk disambut
Biarpun tak bersungguh
Biarlah tak tertangguh
Di telapak kakimu

Sakit kurasakan
Jadi peneman
Masa semalam yang silam~

Ibu mengertilah
Aku sengsara
Lemas berendam
Air mata

Rendang kasihmu
Dalam gelora
Jadi rebutan
Selamanya woohoo

Sakit kurasakan
Jadi peneman
Masa semalam yang silam~

Monday, February 19, 2007



TAHNIAH NISA!

Atas penganjuran NISA GAMES yang best gella!
TAbik 'spring' kat kalian.

KAMIKAZE!

Aku memang tak main atau tengok games pun,cuma menghadiri upacara pembukaan dan penutup yang best gella tuh.Tahniah untuk program dari wanita untuk wanita yang seumpamanya di Dunia.

Kredit to K Mas,K Muna,K Afaf,K Ani,K Faza,K Sofea,K Erza,K Asiah,K Ain,K Mizan,K Fad,K Intan,K Maryam, dan banyak lagila...aku bukannya kenalpun...

Anyway you all ROCKS!

Teruskan perjuangan sampai titisan darah terakhir...

Adik-adik dan kakak kakak perempuan kat luar sana, joinlah nisa'.

p/s:Apsal dhuat promote nisa' sedangkan dhuat lelaki?
ok ginilah...mak dhuat perempuan, adik dhuat ada yang perempuan, bini dhuat perempuan, anak2 anak dhuat insyaallah ada yang perempuan...semuanya untuk islam dan bukannya lelaki ATAU perempuan.

Friday, February 16, 2007

-petikan dari email lagi

Our parents.........


A simple man tells how his booking an air ticket for his father, his
first flight, brought emotions and made him realize that how much we
all take for granted when it comes to our parents.


My parents left for our native place on Thursday and we went to the
airport to see them off. In fact, my father had never traveled by air
before, so I just took this opportunity to make him experience the same.
In spite of being asked to book tickets by train, I got them tickets on
MAS.


The moment I handed over the tickets to him, he was surprised to see
that I had booked them by air. The excitement was very apparent on his
face, waiting for the time of travel. Just like a school boy, he was
preparing himself on that day and we all went to the airport, right
from using the trolley for his luggage, the baggage check-in and asking
for window seat and waiting restlessly for the security check-in to
happen.
He was thoroughly enjoying himself and I, too, was overcome with joy
watching him experience all these things.


As they were about to go in for the security check-in, he walked up to
me with tears in his eyes and thanked me. He became very emotional and
it was not as if I had done something great but the fact that this meant
a great deal to him.

When he said thanks, I told him there was no need to thank me.

But later, thinking about the entire incident, I looked back at my life.

As a child how many dreams our parents have made come true. Without
understanding the financial situation, we ask for football, dresses,
toys, outings, etc. Irrespective of their affordability,they have
satisfied to all our needs. Did we ever think about the sacrifices they
had to make to accommodate many of our wishes?

Did we ever say thanks for all that they have done for us?

Same way, today when it comes to our children, we always think that we
should put them in a good school. Regardless of the amount of donation,
we will ensure that we will have to give the child the best, theme
parks, toys, etc. But we tend to forget that our parents have sacrificed
a lot for our sake to see us happy, so it is our responsibility to
ensure that their dreams are realized and what they failed to see when
they were young, it is our responsibility to ensure that they
experience all those and their life is complete.

Many times, when my parents had asked me some questions, I have
actually answered back without patience. When my daughter asks me
something, I have been very polite in answering. Now I realize how they
would have felt at those moments.

Let us realize that old age is a second childhood and just as we take
care of our children,the same attention and same care need to be given
to our parents and elders.

Rather than my dad saying thank you to me, I would want to say sorry
for making him wait so long for this small dream. I do realize how much
he has sacrificed for my sake and I will do my best to give the best
possible attention to all their wishes. Just because they are old does
not mean that they will have to give up everything and keep sacrificing
for their grandchildren also. They have wishes, too.

Take care of ur parents.

Recite Al Fatihah for your parents if they are no longer with you.
-dipetik dari email.Mak Andeh and the Brood punya kot.Agaknya.


Mak..

Tersentuhnya baca artikel nih..... Just to share with all of you, hari Ahad lepas, saya pergi ke majlis ilmu yg disampaikan oleh Ustaz Zahazan Mohamed (Ustaz yang selalu bagi tafsir Al Quran setiap hari Isnin - Jumaat di radio IKIM). Ustaz Zahazan bagi tau, ada tiga benda yang kita
pandang akan mendapat pahala. Yang pertama, wajah ibubapa kita, yang kedua, Ka'abah dan yang ketiga, orang2 yg mua'lim. Subhanallah! senangnya nak dapat pahala dengan hanya memandang wajah mak bapak kita. Selagi ada kesempatan, selagi ada hayat ibu bapa kita dan selagi kita masih bernafas lagi, pandanglah wajah mak ayah kita. Itulah wajah2 yang mengasihi kita seikhlas, sepenuh hati dan dengan penuh kasih sayang tanpa mengharap apa-apa balasan.

Aku dengan Mak tidak rapat. Mungkin sebab semasa aku kecil aku ni tomboy, tak reti meleseh dan aku suka membawa diri. I was a middle child and often found refuge in books ? if I wasn't up the tree or down in the drain. Aku tidak pernah ingat if aku pernah merajuk atau kecil hati semasa
kecil. Mak, was from the old school, kalau aku nakal atau menggelenyor( satu lagi perkataan Johor tak reti duduk diam / hyperactive ), zass akan dicubitnya peha aku.

To show you just how hyperactive I was as a child :-aku pernah patah kedua-dua tangan aku before the age of six (different arms,different times) sebab jatuh kerusi dan basikal. Nak jadi orang circus, agaknya.Jari aku pun pernah tersepit kat pintu kereta, aku pernah pengsan sebab jatuh basikal semasa konvoi dengan kawan-kawan hingga dihantar pulang oleh a good Samaritan. But, bila AKU marah ? aku pancit kereta bapa aku ! THAT I remember, and I was only five ! Kelam kabut orang tua tu lari ke luar rumah bila dia dengar bunyi tayar kereta go ssssssss?..but, dia tak marah kat aku. Apa lagi pukul aku. I was 5, remember? bukannya tahu apa lagi? (hhmmm.. sounds familiar? Macam what my Brood is doing to me. What goes around
COMES around!) Walaupun Mak was not demonstrative of her affections, aku tahu dia amat
menyayangi anak-anaknya. Mungkin sebab dia sudah masak dengan perangai anak-anak dia yang dare devil, dia tidak mudah melatah dan sentiasa cool.Mungkin aku mewarisi sikap ini dari dia di dalam menghadapi kerenah anak-anak.

Disebabkan aku tomboy, maka seharusnya lah aku tidak suka perkara-perkara yang berkaitan dengan kewanitaan seperti memasak, menjahit,mekap, fesyen dan sewaktu dengannya. Mak relax jer. Tak de nak berleter kat aku suruh masuk dapur or pakai pakaian yang feminine.
Namun aku mula belajar memasak bila aku di Form One .itu pun masak jemput-jemput (cekodok to some of you). Aku bukan belajar dengan Mak tetapi dari rakan Girl Guides aku. Semasa camping, aku "heran" kawan-kawan sebaya aku terrer memasak . hatta hanya memasak sardin,
lempeng dan jemput-jemput. Bila aku perhatikan mereka dan di rumah, aku cuba buat sendiri. Mak hanya bertanya : Ko belajar masak ni kat mana? Aku dengan bangganya menjawap " kat camping laa. Tulah Mak tak bagi kita pergi camping, kita belajar macam-macam kat situ "

Mak was a housewife. Dia pandai memasak dan menjahit traits di mana,alas, tidak dapat diwarisi oleh anak perempuannya. Menjahit, I mean.Memasak tu, boleh lah setakat nak bagi orang makan.Mak tidak pernah menyuruh aku masuk dapur. if she needs help, dia akan tanya aku dulu,
"kau tengah buat apa tu?" which, all of the time I was reading. "Membaca" I would reply, and that was the end of it. Mak tidak akan menganggu aku bila aku membaca. Di waktu aku kecil, there were no washing machine , but we had a washerwoman yang datang tiap-tiap pagi untuk membasuh baju di rumah kami.When Mak had a baby, my Dad would arrange for a relative to stay with us to help with housework and cooking. I was too young (in their eyes) to be burdened with the housework. Aku cuma main dan belajar aje.

I stayed home until Form Five before I left for KL to continue my studies and subsequently working. Bila my Dad hantar aku ke bas stand untuk ke KL to start my job, he said, " Bila kau ada masa cuti, balik jengok Mak.Kalau ada duit lebih, bagi kat Mak sikit. Aku ni tak apa, tapi Mak tu, kau telefon-telefon lah dia " When I had my first gaji ,aku bawak Mak shopping. Serupalah macam iklan BCB tu. " Ambik, ambik SEMUA".Mak tersenyum aje. In subsequent years, aku akan membelikan Mak handbag, tudung, kain dan barang-barang yang dia suka. Since I was travelling in my job that time,aku sentiasa akan belikan souvenirs for her from wherever I went.
Aku tahu Mak bangga dengan pemberian aku sebab aku pernah dengar Makcik-Makcik kat kampung during kenduri admiring her bag, her tudung and she proudly announced, " ni anak aku bagi ni ". Semasa aku bersalinkan Abang , Mak helped care for me and the baby
sampai habis pantang. Aku , habuk pun tak reti jaga budak.

But, umur Mak tak lama.

A few month selepas Abang dilahirkan, Mak was diagnosed with cancer.Malignant melanoma. Mak was brought to KL for treatment because the type cancer was rare in Malaysia. Four months after Mak was first diagnosed, we were summoned by the doctor. The prognosis was not good. The cancer has spread to the lungs. "How long does she has, doctor ? " "Four months." the good doctor said quietly. My sister and me were stumped. Both my parents were out in the ward, we
were in one of the rooms.

"Maybe you would like to take her home, because old people would prefer
to die at home. "

DIE ?????

Bila kami keluar dari bilik doctor, my sister went to talk with my Dad, while I went to see Mak. "Apa doctor cakap?" Mak tanya.

How, just HOW do you tell your mother that her days are numbered? I was not the touchy, feely type. I never hugged my mother. Salam and kiss her hands yes, but never hugged. But, at that moment ? I really, really wanted to hug her tight and tell her how much I loved her.

But, I didn't. Mak would suspect something amiss if I do that.

"Er, doctor cakap kalau Mak nak balik rumah, boleh." She was happy. She missed home and all the cucu. Kids were not allowed in the ward, and all her cucu were under 12 (at that time).

"Bila kena datang sini lagi?" Mak tanya lagi. "Nanti doctor bagitahu"

We never told her of what the doctor said. We never knew if our Dad ever did, because we never talked about death. Neither did she.

Four months.

How can you tell your mother how much you love her. How can you SHOW her what she meant to you in FOUR months. How can you make her happy in the last four months of her life?The dreaded months passed quickly. Four months came and she is still alive, albeit weaker and by then, bed ridden. All my siblings take turns to come and care for her.

Di sinilah aku nampak betapa mulianya seorang ibu yang disayangi dan disanjung oleh anak-anak. Pepatah mengatakan seorang ibu boleh menjaga sepuluh anak, but sepuluh anak belum tentu boleh jaga seorang ibu. My Dad sering mengingatkan, "setitis air mata ibu jatuh kerana hatinya terguris, boleh mengoncang tiang Arasy "

I felt very blessed that Mak dapat merasai kasih sayang dari kami semua especially di akhir hayatnya.. The day came two months later.

Mak was having trouble breathing my my Dad call us the children at 5 am.Bapak aku kata Mak nazak. Aku tengok nafas Mak shallow but she was still conscious. Mak kata, kaki dia sejuk. Aku picit dan gosok kaki Mak. My sisters duduk di kiri kanan Mak. Everybody is doing something for
Mak.

Bahagianya Mak aku tengok, di saat-saat akhirnya dikelilingi oleh anak-anak. Then azan subuh berkumandang. My Dad ajak Mak bersolat subuh. Kami pakaikan Mak wuduk dan telekung. We watched our parents menunaikan solat jemaah untuk kali yang terakhir dengan linangan air mata.
Selepas subuh, kami membaca Yaasiin. My Dad suruh Mak ikut dia mengucap syahadah. As I was seating di tepi kepala Mak, aku pangku Mak dan bisikkan di telinga Mak, "Mak, ikut saya ye. Ucap syahadah" Mak ikut. Aku peluk Mak dan bisikkan " Mak, ampunkan dosa saya dan halalkan air susu Mak" Mak menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia 59 tahun dan dikelilingi suami, sebahagian anak-anak dan cucu-cucu. I was a young mother when Mak passed away. Abang only a year old. Walaupun zaman aku berbeza dengan zaman Mak tetapi foundationnya tetap sama. Kasih sayang. Keikhlasan. Tanggungjawap.

Tiga factor yang pada aku amat penting di dalam peranan seorang ibu. Kasih sayang yang tidak berbelah bagi (unconditional love), keikhlasan hati sebagai ibu terhadap anak-anak dan tanggungjawap yang diberikan Tuhan kepada amanahnya.

To me these three basic foundation aku cuba terapkan sebaik mungkin sambil gunakan ilmu keibubapaan yang aku pelajari dan perhatikan bersesuaian dengan zaman dan keadaan. Pengalaman aku sebagai anak juga banyak membantu di dalam peranan aku sebagai ibu. I am not a perfect person, what more a perfect parent. I have always enjoyed my childhood
and would love my children to have the same happiness as I did.

But, God has His plans for me and my Brood. All the dugaan that He gave has made us stronger and more appreciative of what we STILL have.EACH OTHER.

In any relationship, the essence of trust is not in its bind, but in its bond. So hold the hand of the person whom you love rather than expecting them to hold yours.

Monday, February 12, 2007

Makanan Untuk Pengemis Yahudi Buta

Di sudut pasar Madinah Al-Munawarah seorang pengemis Yahudi buta yang hari demi hari apabila ada orang yang mendekatinya, dia selalu berkata “Wahai saudaraku jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya kalian akan dipengaruhinya.” Setiap pagi Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawa makanan, dan tanpa berkata sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapi makanan yang dibawanya kepada pengemis itu walaupun pengemis itu selalu berpesan agar tidak mendekati orang yang bernama Muhammad. Rasulullah SAW melakukannya hingga baginda wafat. Setelah kewafatan Rasulullah SAW tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu.

Suatu hari Abu Bakar r.a berkunjung ke rumah anaknya Aisyah r.ha. Beliau bertanya kepada anaknya, “Anakku adakah sunnah kekasihku Rasulullah yang belum aku kerjakan,” Aisyah r.ha menjawab pertanyaan ayahnya, “Wahai ayah engkau adalah seorang ahli sunnah hampir tidak ada satu sunnah pun yang belum ayah lakukan kecuali satu sunnah saja.” “Apakah Itu?,” tanya Abu Bakar r.a. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang berada di sana,” kata Aisyah r.ha.

Keesokan harinya Abu Bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu Bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abu Bakar r.a. mulai menyuapinya, si pengemis marah sambil berteriak, “Siapakah kamu?” Abu Bakar r.a menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku,” jawab si pengemis buta itu. “Apabila dia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan itu,” pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar r.a. tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu, aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.” Setelah pengemis itu mendengar cerita Abu Bakar r.a. dia pun menangis dan kemudian berkata, “benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, dia tidak pernah memarahiku sedikitpun, dia tetap mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, dia begitu mulia.” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya melafazkan syahadah di hadapan Abu Bakar r.a.


-sumber dari internet
-petikan dari email-

Pada suatu petang seorang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbual-bual di halaman sambil memerhatikan suasana di sekitar mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pokok berhampiran. Si ayah lalu menuding jaring ke arah gagak sambil bertanya, "Nak, apakah bendanya itu?" "Burung gagak", jawab si anak.

Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian sekali lagi mengulangi soalan yang sama.

Si anak menyangkakan ayahnya kurang mendengar jawapannya tadi lalu menjawab dengan sedikit kuat, "Itu burung gagak ayah!"

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi soalan yang sama. Si anak merasa agak keliru dan sedikit runsing dengan soalan yang sama diulang-ulang, lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG GAGAK!!"

Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama kemudian sekali lagi mengajukan soalan yang serupa hingga membuatkan si anak hilang sabar dan menjawab dengan nada yang hendak tak hendak melayan si ayah, "Gagak la ayah.......".

Tetapi agak mengejutkan si anak, apabila si ayah sekali lagi membuka mulut hanya untuk bertanyakan soalan yang sama. Dan kali ini si anak benar-benar hilang sabar dan menjadi marah.

"Ayah!!! saya tak tahu samada ayah faham atau tidak. Tapi sudah lima kali ayah bertanya soalan tersebut dan saya sudah pun memberikan jawapannya. Apalagi yang ayah mahu saya katakan???? Itu burung gagak, burung gagak la.....", kata si anak dengan nada yang begitu marah.

Si ayah terus bangun menuju ke dalam rumah meninggalkan si anak yang terpinga-pinga. Sebentar kemudian si ayah keluar semula dengan sesuatu di tangannya. Dia menghulurkan benda itu kepada anaknya yang masih geram dan tertanya-tanya. Ianya sebuah diari lama.

"Cuba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diari itu", pinta si ayah. Si anak akur dan membaca perenggan yang berikut.......... "Hari ini aku di halaman melayan karenah anakku yang genap berumur lima tahun. Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon berhampiran. Anakku terus menunjuk ke arah gagak dan bertanya, "Ayah, apa tu?". Dan aku menjawab, "Burung gagak".

Walau bagaimana pun, anak ku terus bertanya soalan yang serupa dan setiap kali aku menjawab dengan jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku bertanya demikian, dan demi cinta dan sayangkannya aku terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin tahunya.

Aku berharap ianya menjadi suatu pendidikan yang berharga."

Setelah selesai membaca perenggan tersebut si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang kelihatan sayu. Si ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini ayah baru bertanya kau soalan yang sama sebanyak lima kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

MORAL OF THE STORY:

"JAGALAH HATI KEDUA IBUBAPA. JANGAN SESEKALI MENGHAMPAKAN HARAPAN MEREKA"

Friday, February 09, 2007

Thursday, February 08, 2007

Beralah bukan bererti mengalah..

Sewaktu kecilku, aku dididik dengan sifat supaya beralah.

Aku sering beralah.

Ketika aku di usia 4 tahun, satu-satunya permainanku telah diberikan
kepada sepupuku yang berada di kampung.

Sedang enak anak kecil diusia 4 tahun berseronok bermain model lori dan popaye, kedua-dua mainannya disita, namun anak kecil itu rela.Bertahun juga anak kecil itu menunggu untuk mendapat galang ganti bagi kehilangan yang teramat dalam bagi 'favourite toys 'nya.

Aku tak nafikan, sewaktu remaja, penampilanku agak menonjol, namun disebalik penampilanku itu, apabila aku berada di kelompok orang yang biasa-biasa sahaja, aku kawal diriku agar tidak terlalu menonjol agar tidak merendahkan sahabat-sahabat yang lain.

Sewaktu di sekolah menengah(sebelum kedatangan islam dalam hidupku)
aku beralah dengan sahabatku yang terlalu mahu memiiki bunga idamannya.
Aku pendam sahaja agar sahabat aku bahagia. Aku rela.

Sewaktu bekerja, banyak juga idea karyaku yang hebat-hebat belaka, tetapi apabila
bertembung dengan idea-idea di pihak lain yang tak kurang hebatnya, aku beralah jua.

Beralah, aku sering beralah hingga apabila aku ingin membangunkan ego
untuk memperjuangkan idea kreatif sendiri pun aku rasa bersalah.

Takut-takut melukakan hati pihak sebelah.

Aku beralah supaya semua orang bahagia.
WORD POWER

Ini adalah method yang sering saya praktikkan sewaktu menuntut di kolej seni suatu ketika dahulu.

Sekarang ni seperti ingin "Kembali Semula".

-Reprise*

Caranya begini.

Tulis perkataan atau keyword yang kamu ingin jadi.

Tulis besar-besar dan tampalkan di dinding bilikmu supaya doamu itu bisa ditatap acapkali dan dengan izin ALLAH kamu akan jadi seperti yang kamu tuliskan.


Cari keyword yang lebih spesifik untuk menjawab kepada permasalahan.
Contoh... Masalah bagi LAMBAT adalah TERPANTAS.Masalah bagi BIASAJER jawapannya adalah TERHEBAT.

Nah, Aku nukilkan perkataan TERPANTAS dan TERHEBAT di dinding bilikku.




Tips untuk mengetahui jawapan kepada permasaalahan diri@apa yang perlu ditulis dikadbod yang ditampal didinding bilik.

intentions

- merujuk kepada niat untuk berubah.Apa yang perlu untuk dirubah secara detail akan diterangkan ke subtopik berikutnya.Apabila terdetik untuk berubah bermakna adalah masalah dimana-mana dalam diri seseorang itu yang menyebabkan dia ingin berubah.


Untuk mengetahui masalah diri ini, haruslah muhasabah diri secara mutlak.Hijrah diri secara mutlak.Self recognition.Overhaul, Aqidah Rehabilitation

dicover

- mengenalpasti secara khusus permasalahan yang dihadapi dan dinyatakan solusi yang paling mujarab.Merancang gerak kerja yang tersusun dan juga kerangka secara terperinci supaya progam yang direka "dari diri untuk diri" dapat terjemahkan dalam bentuk sistem yang mana diri sendiri jer yang faham.


do

-Mempraktikkan/menjalankan sistem yang dirangka.


hope and pray

-berdoa kepada Yang MAHA KUASA.
Keputusannya terserah kepada ALLAH.


Semoga berjaya !

Wednesday, February 07, 2007

Mencari Jalan Pulang (Tazkirah tertunda oleh Akhie Faey 2003)

"What is real? How do you define real? If you're talking about what you can feel, taste , smell or you see, then 'real' is simply the electrical signals interpreted by your brain".

Bagi yang meminati filem yang pernah meletup suatu ketika dahulu, "The Matrix", pasti pernah terlintas ungkapan kata-kata ini dari mulut watak utama, Morpheus kepada Neo dalam memberi penjelasan tentang kehidupan yang hakiki. Idea yang timbul suatu ketika dahulu dalam alam falsafah bahawa dunia ini tidak 'real' telah disokong oleh ahli-ahli sains termoden. Dan ini sudah tentunya di benarkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa melalui lidah junjungan kita, Nabi Muhammad sallallahu'alaihiwasallam. Firman Allah Ta'ala:-

"Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Wajah Rabbmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan "(ArRahman:26-27)


"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-bangga tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu."(AlHadid:20)

Bahang kehadiran Ramadhan masih lagi hangat terasa. Insan-insan yang mendambakan kehidupan yang lebih hakiki dan lebih 'real' akan cuba sedaya upaya menggunakan peluang keemasan dibulan Ramadhan yang lalu untuk mengmpul sebanyak mungkin 'harta' tawaran dari Allah bagi menjadi tukaran untuk membeli kehidupan diakhirat kelak. Maka teramat rugilah barangsiapa yang berlalu Ramadhan padanya sedang dia tidak berusaha untuk mendapat ganjaran-ganjaran dari Yang Esa. Moga-moga tahun hadapan, Allah masih sudi untuk memberi peluang kepada kita untuk bertemu dengan Ramadhan yang dirindui.

Bekalan terbaik ialah taqwa.
Aidul Fitri yang lalu, menjanjikan mimpi-mimpi indah bagi sebahagian daripada kita. Maklumlah, disaat inilah, ramai daripada kita akan pulang beraya kekampung halaman bertemu sanak saudara. Bak kata almarhum Sudirman Hj Arshad dalam lagunya yang famous lagi glamour, "Oho O.. Balik Kampung..Oho..O..Balik Kampung, Hati Girang."

Keringan itu pasti lebih dirasai oleh mereka yang tinggal berjauhan dari keluarga. Pertemuan hanya berlaku setahun sekali. Berkerja di KL, tapi keluarga di Kelantan, Terengganu, Perlis, Johor dan sebagainya.Belajar di Australia, keluarga di Malaysia. Kerinduan pasti membara.

Bagi yang pulang kekampung dan terpaksa melalui perjalanan yang jauh, sudah menjadi kewajipan baginya untuk membuat beberapa persediaan untuk menjamin kelancaran perjalanan menuju kedestinasi.Keselamatan kenderaan dipastikan, baju dan seluar dikemaskan dalam beg pakaian, tidur yang cukup untuk kesegaran, air dan makanan untuk bekalan.

Sesungguhnya perjalanan kita yang sebenar tidak jauh. Hakikatnya hidup didunia ini adalah suatu perjalanan menuju kesuatu destinasi yang kekal abadi. Suatu perjalanan yang menuntut kepada perbekalan. Andainya perjalanan ke kampung menuntut kepada kita untuk mencari bekal dan persiapan, maka perjalanan menuju kenegeri abadi lebih-lebih lagi.

Firman Allah Ta'ala yang maksudnya:- "Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan berpuasa keatas kamu, dan orang-orang sebelum kamu, supaya kamu beroleh taqwa." Al Baqarah
Ibadah puasa yang kita baru tempuhi tidak lama lalu mempunyai suatu objektif yang amat mulia. Allah menghuraikan dalam ayat ini, bahawa salah satu daripada objektif puasa dibulan Ramadhan ialah untuk mencapai darjat taqwa.Puasa yang sempurna dengan menjaga hukum syara’ dan hakikatnya akan melahirkan insan yang muttaqun (orang-orang yang bersifat taqwa). Taqwa mempunyai pelbagai maksud. Antaranya ialah pelihara atau cegah.:-
i) Orang yang bertaqwa memelihara dirinya dengan melakukan perintah Allah
ii) Orang yang bertaqwa memelihara dirinya daripada melakukan larangan Allah
iii) Orang yang bertaqwa memelihara hubungan cinta dan kasihnya terhadap Allah.

Firman Allah Ta'ala yang bermaksud, " Dan ambillah bekalan, maka sebaik-baik bekalan ialah taqwa."

Sebagai 'amilin atau pekerja dalam dunia dakwah, setiap daripada kita haruslah berusaha sedaya upaya mengejar darjat taqwa dalam kehidupan dengan menjaga 3 perkara diatas.
Kita sudah pun melalui banyak siri usrah, tamrin, liqo', nadwah, Winter Camp, Spring Gathering, Summer Camp, bengkel, ceramah, tazkirah dan seumpama dengannya.

Kita sudah melalui Ramadhan saban tahun. Persoalannya, sejauh manakah latihan dan tarbiyah Ramadhan dapat memberi kesan kepada taqwa kita?!
Ayuhlah teman-teman dan sahabats yang dirahmati Allah, ayuhlah kita cari bekalan taqwa dalam kita Mencari Jalan Pulang.

Contohi peribadi Rasulullah dan para sahabat
Firman Allah Ta'ala :-

"Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka: kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu'min). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar."(AlFath:29)

Dalam kita meneruskan pencarian kita untuk Menuju Jalan Pulang, tidak dapat tidak, kita amat memerlukan kepada seorang penunjuk jalan. Perjalanan nak balik ke kampung halaman, sudah tentu nak kene selalu tengok signboards. Kalau kita nak balik ke Kota Bharu, kene ler ikut signboard ke Kota Bharu. Kalau kampung kita kat Paris ker, Amsterdam ker, Denmark ker, maka yang bawak kereta tue kene le ikut signboard dia betul-betul.
Begitulah juga perjalanan menuju ke negeri abadi. Tidak ada jalan yang lebih canggih dan lebih benar daripada perjalanan yang ditunjukkan oleh Rasulullah sallallahualaihiwasallam. Perjalanan inilah yang menjadi model ikutan oleh para sahabat radhiyallau'anhum ajma'in. Maka tidak hairanlah jika Allah cuba bermanja dengan mereka dengan menyebutkan dalam firmannya:-

"...Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya..."(AlBayyinah - 8)

Bagaimanakah caranya untuk kita memperolehi redha Allah? Ianya tidak semudah kata-kata dan tidaklah seindah yang disangka.Redha Allah akan menjelma seandainya kiat menjadikan Rasulullah dan para sahabat sebagai ikutan. Pengorbanan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad, Abu Bakar, Umar, Uthman, Ali, Yasir sekeluarga, Abdul Rahman Auf, Bilal, Hanzalah, Mus'ab, Mu'az, Ibnu Umar, Abu Hurairah dan banyak lagi, pengorbanan mereka bukanlah sedikit. Darah yang mereka bayar untuk syurga bukanlah sedikit. Harta yang mereka korbankan bukanlah sedikit. Masa yang mereka berikan bukanlah sedikit.
Bayangkanlah andainya di padang mahsyar kelak, kebetulan taqdir Allah membangkitkan kita disebelah Saidina Hamzah bin Abi Tolib, dimanakah kita nak meletakkan muka kita ini bila dia bertanya kepada kita, apakah bekalan yang kita bawak untuk bertemu Allah? Dimanakah kita nak meletakkan muka kita yang sudah sedia tebal seinci ini?
Ayuhlah kita melipatgandakan usaha kita untuk Mencari Jalan Pulang.

Hakikat Jalan Pulang - penuh onak duri.

Firman Allah Ta'ala yang maksudnya,"Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu, keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu."Mereka membinasakan diri mereka sendiri dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta."AtTaubah42

Tuan-tuan dan puan-puan yang dikasihi Allah,
Suatu perkara yang perlu kita sedari bahawa apabila kita meletakkan diri kita diatas jalan yang diimpikan, maka segala mimpi ngeri akan menjengah kedalam mimpi kita. Tidur yang lena sesekali akan diganggu oleh visual-visual yang menakutkan. Perjalanan yang lancar, sesekali akan tersekat oleh masaalah dan problem.Kehidupan yang indah ini sesekali akan dicubai dengan mehnah dan tribulasi.
Sebagai musafir di Jalan Pulang ini, kita wajiblah membekali diri kita dengan bekalan taqwa yang sempurna dan peralatan ilmu tentang Islam.Tidak kurang pentingnya juga ilmu-ilmu tentang keunggulan junjungan nabi besar kita Nabi Muhammad sallallahualaihiwasallam dan para sahabat.

Cukuplah sekedar itu, kudoakan agar diriku ini dan diri kalian akan berjaya bertemu Jalan Pulang.



Sajak "Mencari Jalan Pulang" dikarang oleh MQZ 18-NILAM PURI (199?/2000)
Deklamasi oleh dhuat (2001-2002)


powered by ODEO

Tuesday, February 06, 2007

142 -Ali Imran


powered by ODEO

-Harap sabar menanti ketika muzik loading- senyum*


142-Ali Imran

Do you think

U will enter paradise

Before his test

Who fought with the best

In patience in His cause



You did indeed wish for martyrdom

Before U met it

Now you've seen it openly with your own eyes.



He is no more than a messenger

Before him passed away many messenger

If he dies will U be disbelievers?

And turn back on your heels

Even if U do so, no harm to Allah

Surely reward will be given for the grateful.



Many among them,

Fought in Lord's cause

Along with them

Ribbiyyuun

They never lost heart

Neither weaken nor degrade

Love of Allah bestowed on them



Our Lord! Forgive our sins

Transgression

Keep firm our feet- Give us Victory


-sahabatku Paey yg bagi lirik ni- 2004 Rakaman tahun 2005 kot lupalah...
Bakal terbit:Album ROCK!!!



Dhuat memanggil superfiends untuk collabo dalam album ROCK dhuat!

Aku ingin kembalikan semangat juang.

Contoh-contoh lagu...

Rempuhan Maut
Kilat Syuhada
Berdegar Berkobar
Busur Hikmah
Cahaya Sufi-ni lagu slow
Revolusi Pejuang Sejati

Dahla tuh.. karang banyak-banyak tak terbuat, malu la pulak aku

Monday, February 05, 2007

NISA Games Radio Commercial


powered by ODEO


- by abe wae n gang

Saturday, February 03, 2007

BLOG:terserah kepada empunya diri

Banyak pengalaman, pengajaran dapat dialami seterusnya dipelajari dalam menghargai dunia penulisan blog ini.

Ya, kita bisa berkata apa sahaja, menjadi apa sahaja.

Ukuran bukan terletak kepada kita tetapi kepada PENCIPTA.

Blog atau tidak, itu bukan yang saya ingin utarakan di sini.

Kita lihat saja pembongkaran bermakna oleh Jeff dan Ahiruddin.

mereka menjadikan Blog sebagai reporting medium.

Paling parah apabila kita terjerumus ke dalam "Sindrom Ketagihan memBlog"

iaitu dengan menjadikan blog sebagai matlamat dan bukan sebagai medium.

Matlamat kita adalah menyebarkan risalah ALLAH; Amal Maaruf, Nahi Mungkar

Blogging
for the sake of blogging or for the sake of transcending?
Melodi Hati.

Dalam rantaian sepi mengungkap sebuah misteri.
Kehilangan obsesi diri tersesat dalam mencari diri,
lantaran terpukau dek ketrampilan bidadari.

Melodi itu belum berhenti dan masih bernyanyi
walau bidadari sudah lama pergi
melodi itu sukar berhenti

Si pengalun melodi sedang mengarang melodi indah
agar melodi hati yang baru ini

yang layak baginya untuk dingati
yang berhak baginya untuk dinyanyi
yang memilikiya 'hanyalah' sang pengalun melodi

moga-moga melodi yang baru ini bisa untuk mengukuhkan

Melodi untuk ILLAHI
Encik Sempurna

Encik sempurna tidak ada.

Yang ada cuma jejaka biasa yang ikhlas setia.
Prasyarat Kemenangan Islam

1)Hati yang begitu bertaut kuat cintanya kepada ALLAH - ibadah2 infradi,sufi,kemasyarakatan.
2)Penglibatan semua peringkat umur. Atok Bad,Nenek Ani,Kakak Faza,Adik Afa,Abng Lan.
3)Gerak kerja yang tersusun rapi. -methodology,technology,saraf
4)Tawakkal dengan pertolongan ALLAH.Cukuplah ALLAH bagi kami.
5)Yakin dengan janji kemenangan yang ditentukan oleh ALLAH.
6)ada lagi...